Surabaya, salah satu kota metropolitan di Indonesia. Tak heran banyak hotel di Surabaya, menyediakan tempat menginap bagi siapapun yang bukan domisili Surabaya dan ada kegiatan di Surabaya. Salah satunya adalah Hotel Wyndham yang terletak di tengah kota Surabaya, dekat dengan tunjungan plaza. Tepatnya ada di Jalan Basuki Rahmat No.67 – 73, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya.
Area Lobby Luas, Namun Minim Tempat Duduk
Turun dari kendaraan, staf hotel menyambut dengan ramah, menawarkan untuk membawakan barang bawaan dan membukakan pintu. Karena hanya membawa tas ransel, jadi sata bawa sendiri saja.
Dari pintu masuk, meja resepsionis berada di sebelah kanan. Meja tinggi dan panjang dengan beberapa staf berdiri di baliknya, siap menyambut dan membantu keperluan para tamu dalam proses pemesanan kamar maupun chek-in.
Area lobby ini luas sekali, dan saya perhatikan hanya ada satu set sofa. Selebihnya adalah area terbuka. Saya sampai bergurau dengan teman seperjalanan, bahwa bisa nih main futsal di sini.
Minimnya tempat duduk, baru saya rasakan efeknya saat chek out dan menunggu taksi online. Karena ternyata banyak juga tamu yang check out di saat bersamaan, jadi terpaksa menunggu taksi online dengan berdiri.
Kamar Hotel Wyndham Surabaya Luas dan Nyaman
Saya memperoleh kamar di lantai 8, dan begitu membuka pintu langsung deh wajah sumringah. Karena tak hanya lobbynya yang luas, kamar yang saya tempati pun juga luas dan lengkap juga pastinya.
Kasur twin berjejer dan ada jarak di antara keduanya (saya pernah menginap di hotel dengan kasur twin yang posisinya dempet), membuat saya leluasa saat bangun tidur mau lewat sisi kiri atau kanan kasur. Saya tengok ke atas, penunjuk arah kiblat terlihat dengan jelas. Dengan kamar seluas ini, walau berdua di kamar melaksanakan sholat sendiri-sendiri, nggak bakal kesulitan mengatur posisi. Mau berjamaah juga bisa.

Meja kerja dari kaca, sebenarnya membuat saya agak was-was kala meletakkan siku. Apalagi saya tipe yang suka menopang dagu dan siku bertumpu di meja kala sedang membaca dokumen di laptop. Emang sih, kacanya tebal, tapi tetap aja rasa khawatir itu ada. Dan karena mejanya dari kaca, saya jadi butuh alas untuk mouse, supaya pergerakannya lancar. Kursi kerjanya bikin duduk jadi betah, tapi sekaligus jadi godaan besar buat saya. Karena begitu menyandarkan punggung, rasa nyaman yang terasa, lalu kantuk pun datang.

Ada tambahan sofa dan juga sebuah meja kecil. Duduk menyandar di sofa, kaki selonjoran dengan laptop di pangkuan, lalau ada secangkir kopi dan juga camilan di meja kecil sampingnya, wah perpaduan yang pas untuk tubuh rileks sementara otak bisa tetap produktif mencerna berbagai informasi yang terpampang di layar laptop.

Smart TV dengan saluran televisi dalam dan luar negeri, tentunya dengan akses internet yang kenceng dan juga pilihan akses ke beberapa aplikasi tontotan, pasti bakalan bikin betah kaum mager. Tinggal login aja ke aplikasi langganan, asal jangan lupa logout sebelum meninggalkan hotel. Tersedia juga sebuah kulkas mini, teko pemanas air, kopi teh dan gula sachet.
Kamar mandinya pun tak kalah luas, nyaman dan bikin betah. Lurus pintu masuk kamar mandi ada wastafel, sementara di sebelah kanan terbagi menjadi dua yaitu area mandi dengan shower dan toilet dududk, keduanya dibatasi dengan dinding kaca. Sementara di sebelah kiri ada bath up gede, bisa digunakan berendam para tamu. Jangan lupa untuk menutup tirainya, karena disamping bath up berdinding kaca sehingga dapat terlihat dari area tempat tidur.

Menu Sarapan di Resto Tangerine hotel Wyndham Surabaya
Resto Tangerine berada di lantai lobby, dekat dengan lift. Setelah menyebutkan nomor kamar, saya pun mulai berkeliling melihat menu sarapan yang tersedia.
Area restonya luas, dengan banyak tempat duduk yang diatur sedemikian rupa sehingga para tamu leluasa bergerak di antara meja kursi untuk berulangkali mengambil menu. Hiasan daun-daun dan bunga di bagian atas membuat suasana resto semakin nyaman dan para tamu pun bakal betah berlama-lama menikmati aneka menu yang tersedia sambil ngobrol berbagai hal.

Selain menu utama nasi dengan lauk pauknya, ada pilihan bubur ayam, tahu campur, lontong sayur, mie dengan aneka toppingnya. Saya sih tertarik dengan mie nya, apalagi para tamu bebas memilih isiannya. Sayangnya tak ada petugas yang standby untuk melakukan proses pemasakan, jadi saya pun bergeser ke menu lain. Saat saya sudah memperoleh menu lain, dan menengok ke stand mie, ternyata antriannya banyak. Rupanya banyak juga tamu yang berminat dengan menu ini.

Bagi yang suka sarapan bubur manis, komplit di sini. Bubur kacang hijau, ketan hitam, mutiara, sumsum, grendul. Mau pilih pakai santan atau air gula merah, terserah sesuai selera. Bubur-bubur ini diwadahi keramik warna putih yang diletakkan diatas anglo dan diatur di meja bundar. Sehingga para tamu bisa berkeliling meja bundar ini dalam bentuk lingkaran jika ingin memadukan berbagai macam bubur dalam satu mangkuk. Kalau saya memilih mengambil bubur kacang hijau, ketan hitam dan sumsum dalam satu mangkuk. Tanpa tambahan santan ataupun gula merah.

Pelaku gaya hidup sehat yang terbiasa menyantap buah di pagi hari bisa mengambil irisan buah. Ada irisan buah semangka, melon, nanas dan pepaya. Buah-buahan lokal juga ada. Kelengkeng, pisang berlin, jeruk, apel malang, buah naga, salak dan jambu biji merah.

Yang pagi hari terbiasa ngopi ditemani camilan, ada pilihan kopi dan teh juga. Bahkan ada mesin peracik kopi modern. Tinggal taruh saja gelas di posisinya, pencet tombol pilihan jenis kopi, mau latte, capuccino atau yang lain. Tunggu beberapa saat dan secangkir kopi sesuai pilihan pun siap.
Ngopi ditemani jajan pasar, ataupun roti/kue modern bisa banget dilakukan di sini.

Pokoknya duduk berlama-lama di Tangerine restaurant hotel Wyndam Surabaya ini pasti bakal betah deh. Ngunyah diselingi dengan ngobrol ngalor ngidul. Yang tetap perlu diingat adalah, ambil menu secukupnya saja, lalu makan sampai habis. Jangan sampai ada makanan yang tersisa di piring.
