Kampoeng Heritage Kajoetangan merupakan salah satu kawasan tertua di Kota Malang. Kampung ini telah ada sejak sekitar abad ke-13 dan berkembang menjadi salah satu pusat permukiman penting di kawasan Malang. Pada masa kolonial Belanda, wilayah ini dikenal sebagai bagian dari kawasan Kajoetanganstraat yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan perdagangan.
Sejak tahun 2018, kawasan ini dikembangkan menjadi destinasi wisata heritage yang mengangkat nilai sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat kampung kota. Rumah-rumah tua yang masih terawat kemudian menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Walau sudah lama tinggal di Malang, saya malah baru hari Minggu, 31 Mei 2026, kemarin berkunjung ke sini. Itupun dalam rangka menemani anak tengah untuk membuat video tempat wisata untuk memenuhi salah satu tugas pembelajarannya.
Peran Orang Tua Memfasilitasi Pendidikan Anak
Sabtu sore, anak tengah bilang bilang kalau ada tugas. Tugasnya adalah membuat video presentasi dalam bahasa Inggris tentang tempat wisata, harus ada video on the spot. Padahal baru dua minggu yang lalu kami jalan-jalan ke Tebing Breksi, tapi saat itu dia belum dapat tugas ini. Dan saat itu, kami sama-sama tidak membuat video selama disana. Lagian anak tengah tuh nggak suka kalau di foto.
Terus kami mikir, kemana sebaiknya?
Kalau ke Batu, pasti ramai di kala weekend gini.
Akhirnya terbersit wisata yang murah saja, yaitu ke Alun-Alun Malang. Anak Tengah sudah setuju juga.
Terus saya ingat, dekat alun-alun kan ada Kampoeng Heritage Kajoetangan. Saya tawarkan buat jalan-jalan ke sana juga, setelah itu baru ke Alun-Alun. Dia pun setuju.
Kalau tugasnya kayak gini, saya sih seneng. Kan sekalian bisa dapat bahan saya buat tulisan juga hehe…
Menikmati Pagi di Antara Rumah-Rumah Tempo Dulu
Minggu pagi, jam 7 kami berdua sudah berangkat, naik taksi online ke Kampoeng Heritage Kajoetangan. Sengaja pilih pagi hari, supaya enak jalannya, perkiraan saya kalau pagi belum terlalu ramai, dan masih teduh juga.
Perjalanan dari rumah ke sana, sekitar 30 menit.
Saya mengambil video Anak Tengah berjalan menuju gerbang Kampoeng Heritage Kajoetangan yang ada di jalan Basuki Rachmat. Setelah dia melihat hasilnya, dan puas, kami pun menuju loket pembelian tiket. Harga tiket per orang adalah 5 ribu rupiah, dan akan di beri kartupos untuk masing-masing tiket. Pagi itu, yang berjaga di loket tiket seorang lelaki yang usianya sudah sepuh, berperawakan kecil, nampak segar dan lincah.

Usai memperoleh tiket, kami pun berjalan menyusuri gang yang bersih di kawasan tersebut. Beberapa kali kami berhenti, karena ada pengunjung yang sedang berpose untuk berfoto. Sesekali juga saya yang berfoto, atau mengambil video. Walau masih pagi, ternyata pengunjungnya sudah banyak juga. Mungkin mereka seperti kami, memilih waktu pagi, dengan harapan belum begitu ramai.
Bagaimana dengan cuaca? Matahari pagi itu bersinar dengan terang, di beberapa spot hasil fotonya jadi kurang bagus, karena bayangan menerpa obyek. Mau mencoba mengambil gambar dari berbagai posisi, agak susah juga karena memang gangnya kecil, dan sudah banyak pengunjung.

Gangnya bersih. Beberapa bangunan emang nampak tua, namun tetap terawat rapi dan bersih. Beberapa rumah yang kami lewati masih tertutup rapat, tak nampak banyak aktivitas warga. Kecuali di rumah-rumah yang juga difungsikan sebagai kedai/warung yang sudah buka sepagi itu. Ada yang jual kopi, aneka jajanan ringan, hingga makanan berat. Ada juga yang menjual souvenir.

Masih pagi, perut kami belum terasa lapar, jadi kami tak mampir ke salah satupun warung yang ada. Hanya sesekali berhenti untuk mengambil gambar. Kadang juga berhenti untuk memberi kesempatan pengunjung lain lain yang ingin berfoto di salah satu spot favorit, supaya fotonya nggak bocor karena kami melintas.

Jika ingin punya kenangan lebih mendalam di sini, bisa juga berfoto dengan mengenakan pakaian adat. Saya lihat ada beberapa photoboth yang juga memberikan jasa persewaan pakaian adat. Mengenakan pakaian adat, dengan latar belakang foto vintage, rupanya memang menjadi salah satu daya tarik di Kampoeng Heritage Kayoetangan ini.

Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan Wisatawan
Setelah berkunjung dan menikmati suasana pagi di Kampoeng Heritage Kayoetangan ini, mengamati suasana dan perilaku pengunjung lain, saya menyimpulkan ada beberapa aktivitas menarik yang dapat dilakukan oleh wisatawan di sini selain berfoto dan menikmati suasana.
Anda bisa mengikuti tur heritage. Sewaktu berjalan, saya beberapa kali berpapasan dengan rombongan yang dipandu oleh warga lokal. Nampak warga lokal tersebut memberikan penjelasan pada anggota rombongan, mengarahkan harus masuk ke gang mana saat ada persimpangan.
Yang ke sini dan belum sempat sarapan, Anda bisa menikmati kuliner tradisional. Di beberapa titik kampung terdapat warung dan kedai yang menjual makanan khas Malang serta jajanan tradisional. Menikmati sarapan sambil melihat aktivitas warga menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Jangan lupa, karena ini adalah pemukiman, jadi jika ada kesempatan Anda bisa menyapa dan berbincang dengan warga lokal. Siapa tahu Anda bisa memperoleh informasi menarik tentang keberadaan kampung ini, baik di masa lalu maupun masa kini.
Tak perlu terburu-buru menyusuri gangnya. Di setiap percabangan gang, ada papan penunjuk arah. Di beberapa titik ada papan informasi denah wilayah kampung. Jalan pelan saja dan susuri setiap gang, berhenti sejenak di setiap titik, dan Anda akan makin banyak melihat dan memperoleh informasi.

Pagi itu, tak semua gang saya masuki. Saya mengikuti saja kemana si Anak Tengah berbelok. Setelah cukup memperoleh stok video untuk bahan tugasnya, kami pun meninggalkan area kampoeng heritage kayoetangan. Kalau tadi kami masuk lewat gang yang ada di jalan Basuki Rachmat, keluarnya kami melalui gang yang tembus di jalan Arief Rachman Hakim.
Saat kami keluar, nampak beberapa rombongan baru datang. Kampoeng heritage kayoetangan pun semakin ramai. Kalau Anda berniat berkunjung ke sini, saya sarankan datanglah pagi hari, gunakan alas kaki yang nyaman, karena aktivitas di sini adalah banyak berjalan kaki. Pastikan baterai dan ruang penyimpanan ponsel/kamera Anda cukup banyak, karena setiap sudut kampung ini sangat menarik untuk diabadikan, apalagi bagi Anda para pecinta fotografi.
