Terletak di pusat Kota Mataram, tepatnya di Jl. Panca Usaha No.11, Cilinaya, Kec. Cakranegara, Kota Mataram, hotel Lombok Raya hanya beberapa langkah dari pusat perbelanjaan besar, bioskop, serta restoran lokal yang menggoda lidah. Cukup menyeberang jalan di depan hotel, Kamu bisa menemukan semua itu. Hotel ini memang tempat paling pas untuk memulai petualanganmu di Lombok. Lokasinya yang strategis membuat hotel menjadi basis sempurna baik untuk wisatawan bisnis maupun keluarga yang ingin menjelajah kota maupun pesisir barat Lombok.
Lobby dengan Area Terbuka yang Luas
Turun dari kendaraan, saya menapaki anak tangga menuju pintu masuk hotel yang langsung menampakkan area terbuka yang luas dengan meja resepsionis di ujungnya. Plafon yang lumayan tinggi di dominasi bahan kayu, dengan ruang kosong tanpa furniture, menciptakan suasana lega.

Di ujung ruangan ini, terdapat meja resepsionis. Staf resepsionis menyambut dengan senyuman lalu memeriksa daftar pesanan kamar saat saya menyebutkan keperluan dan nama. Selanjutnya dia meminjam kartu identitas untuk memastikan bahwa memang saya lah yang akan menempati kamar tersebut. Prosedur standar untuk memastikan nama tamu sesuai dengan yang datang. Setelah itu dia memberikan kunci kamar dan juga memberi petunjuk arah menuju ke kamar.

Sejajar dengan meja resepsionis, terdapat sebuah kafe. Saya lihat ada dua orang yang duduk di kafe saat itu. Di depan area kafe yang luas, terdapat banyak kursi empuk yang dapat digunakan duduk para tamu kala menunggu di lobby.

Mengikuti arahan dari staf resepsionis, saya pun menuju ke kamar. Dalam perjalanan menuju ke kamar, saya melewati beberapa outlet yang menjual aneka oleh-oleh khas Lombok. Kaos, kain tenun, tas dan dompet berbagai ukuran, sandal, peci, perhiasan berbahan mutiara, dan aneka kerajinan lainnya. Sayangnya, outlet tersebut sedang tutup. Namun ada tulisan yang memberikan informasi jika para tamu menghendaki membeli aneka kerajinan tersebut, dapat menghubungi nomor yang tertera di situ.
Kamar Nyaman dengan Balkon
Saya menempati kamar di lantai 2 yang ukurannya lumayan luas. Tempat tidur double dengan linen putih, empat buah bantal bakal menemani lelap saya dua malam ini. Ada lukisan di dinding atas tempat tidur. Entah lukisan apa itu, saya sulit menerjemahkannya. Sebuah sofa dan meja kecil bisa menjadi tempat bersantai ataupun bekerja.

Mini kulkas ada di bawah meja kecil. Sementara di atasnya, terdapat pemanas air elektrik, gelas dan bahan minuman untuk dinikmati di dalam kamar. Sebuah almari pakaian fungsional dengan beberapa gantungan baju ada di dekat pintu masuk. Saya sempat laundry pakaian di sini, karena rencana pekerjaan yang awalnya hanya 3 hari, mendadak ada perubahan menjadi 6 hari. Sementara saya membawa pakaian kerja hanya untuk 3 hari. Oh iya, untuk pembayaran biaya laundry, dilakukan saat chekout dari hotel Lombok Raya.

Sebuah meja kerja yang lumayan lapang, membuat saya nyaman kala harus membuka laptop untuk menyelesaikan pekerjaan di kamar. Televisi layar datar dapat menjadi hiburan kala ingin bermalas-malasan saja di kamar.
Kamar yang saya tempati ini dilengkapi dengan balkon, ada dua buah kursi kayu di balkon ini. Asyik juga lho pagi-pagi duduk di balkon, nyeruput kopi dengan pemandangan taman di depan mata.

Menikmati Sarapan di Bayan Restaurant
Sarapan bagi para tamu tersedia di Bayan Restaurant yang ada di lantai, tak terlalu jauh dari kamar saya berada. Turun tangga, lalu jalan di selasar sekitar 30 an meter, saya sudah sampai di area resto.
Staf resto menanyakan nomor kamar, sebelum mempersilakan saya untuk menikmati menu sarapan yang tersedia. Saat saya menginap di sana, sedang ada kegiatan di hotel tersebut, sehingga suasana resto sangat ramai. Para tamu hilir mudik, ada yang mencari tempat duduk yang kosong, ada mencari teman-temannya, ada yang makan sembari ngobrol asyik, ada yang hilir mudik mengambil makanan. Beruntung saya menemukan satu meja dengan dua kursi di sudut ruangan, jadi saya taruh tas di salah satu kursinya, lalu berkeliling di area makanan di pajang.

Omelet, adalah menu pertama yang saya pilih dan bawa ke meja, beserta segelas air mineral. Menikmati sesuap demi sesuap sambil mengamati para tamu lain yang sedang berada di ruangan itu. Serombongan ibu dengan meja yang penuh dengan makanan. Sepertinya menerapkan aji mumpung, sehingga mengambil segala macam menu yang tampilannya memang menggoda selera.

Selesai menikmati omelet, saya pun kembali berkeliling. Memotret beberapa makanan yang tersaji, lalu berhenti agak lama saat menemukan tulisan bubur ikan. Biasanya kan kalau di hotel ketemunya bubur ayam ya, tapi di sini adanya bubur ikan. Baiklah, mari kita coba.

Bubur beras kental, beserta suwiran daging ikan laut. Berpadu memberikan rasa gurih. Ditambah berbagai topping dan juga sambal. Karena saya tak terlalu suka bubur di beri kuah, jadi saya memilih tak mengambil kuahnya. Semangkuk bubur ikan, dan dua buah bakwan goreng menjadi pengisi lambung saya selanjutnya.

Saya sedang tak berselera minum kopi. Jadi setelah bubur dan bakwan habis, saya menutup sarapan pagi itu dengan sepiring kecil irisan semangka. Cukuplah menjadi energi untuk bekerja hingga jam makan siang nanti.

Kolam Renang Outdoor dan Area Santai
Usai sarapan, sambil menunggu jemputan, saya berjalan-jalan di area terbuka di samping Bayan restaurant. Ada kolam kecil berisi ikan warna-warni yang berenang hilir mudik. Di dalamnya ada batu besar dibentuk menyerupai telur dan ada tulisan Hotel Lombok Raya. Bisa jadi spot foto menarik nih, sebagai penanda bahwa kita pernah menginap di sini.

Tak jauh dari situ, terdapat kolam renang anak. Berdampingan juga dengan kolam renang untuk dewasa. Di kolam renang dewasa, terdapat jembatan kecil melintang di atasnya. Jembatan itu berujung di sebuah kawasan yang dikelilingi dinding tembok. Nampak ada bangunan pura didalamnya. Air kolam yang tenang, karena pagi itu tak ada tamu hotel yang berenang, membuat saya merasa nyaman berdiri di sisi kolam berlama-lama. Sambil tentu saja mengamati sekeliling.

Ada banyak pohon kamboja di sekitar area kolam renang. Beberapa kursi rotan dapat digunakan para tamu untuk bersantai di tepi kolam. Bisa jadi sambil mengawasi anggota keluarganya yang berenang.

Tanah lapang luas, dengan rerumputan hijau. Sungguh menyenangkan kalau bisa berlarian bebas di sini. Di beberapa titik, saya lihat beberapa tamu duduk bergerombol di atas rumput. Entah apa yang mereka obrolkan.
Ah, seandainya tak harus menuju tempat bertugas, pagi ini pun ingin rasanya saya berjalan mengelilingi lapangan rumput ini. Jika lelah telah datang, maka saya akan segera duduk, meluruskan kaki dirumput. Sembari berjemur menikmati sinar matahari pagi.

Saat berandai-andai, handphone saya bergetar. Rupanya jemputan sudah siap menunggu saya di area lobby. Kembali mengingatkan saya, bahwa tujuan saya ke Lombok adalah karena urusan pekerjaan, bukan untuk berwisata. Baiklah, mari kita berangkat bekerja.